HEBATNYA TANK T-90 YANG TIDAK HANCUR DIHANTAM RUDAL

Jum`at, 5 Mei 2017 09:34:20 - Created by : Website Team, Published by : Msuhari
HEBATNYA TANK T-90 YANG TIDAK HANCUR DIHANTAM RUDAL

HEBATNYA TANK-T-90 YANG TIDAK HANCUR DIHANTAM RUDAL

 

Sebuah tank T-90 milik tentara Suriah diserang oleh kelompok militan dengan rudal TOW. Namun serangan rudal itu tidak berhasil menghancurkan tank T-90 tersebut. Salah seorang pakar dibidang persenjataan yang juga mantan komandan dan sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah Arsenal Otechestva Victor Murakhovski mengemukakan pendapatnya mengenai kelemahan dan kekuatan tank T-90 buatan Rusia tersebut. Sebagian besar tank banyak yang hancur akibat serangan rudal konvensional.

Di Suriah banyak jenis rudal anti tank dan granat berpeluncur roket (RPG) yang sangat luas. Saat era Soviet ada beberapa sampel yang dibuat, diantaranya jenis “Fogot” dan “Konkurs”, serta jenis yang lebih modern yaitu “Kornet” yang digunakan oleh pemerintah Suriah. Ada pula rudal anti tank buatan Amerika yaitu TOW-2, yang dikirimkan kepada oposisi moderat, dipasok oleh Turki dan Qatar kepada milisi Islam Radikal yang berkuasa. Rudal dan granat ini digunakan oleh kelompok militan, pasukan pemerintah dan Kurdi selama perang sipil berlangsung. Seluruh kelompok menyita senjata satu sama lainnya termasuk artileri anti tank.

TOW buatan Amerika termasuk senjata yang paling berbahaya bagi tank Suriah. Hampir seluruhnya modifikasi modern sistem anti tank TOW-2 yang telah dipasok ke banyak negara. TOW-2 lah yang menghancurkan helikopter Mi-8 Suriah. Pada saat itu Mi-8 ikut dalam penyelamatan pilot Su-24 yang ditembak jatuh oleh Turki. Secara umum, rudal TOW dapat menyerang target apapun yang bergerak dengan kecepatan relatif kecil, termasuk helikopter yang terbang rendah.

                Sebuah tank pasti akan hancur jika dihantam serangan rudal baik di bagian samping atau badan tank itu sendiri. Tidak ada yang mampu menahan serangan sejenis rudal anti tank modern.

 

Bagaimana Tank T-90 Rusia Bisa Lolos?

            Sebuah video yang beredar di dunia maya yang memperlihatkan Tank T-90 dihantam rudal TOW dan tidak hancur. Apa sebenarnya yang kita lihat dari video tersebut? Kita dapat melihat tank T-90 yang diproduksi pada tahun 1992 dengan menara yang dibuat melalui pengecoran. Tahun pembuatannya dapat diketahui dengan sistem penekanan optik – elektronik “ Shtora “ (lampu sorotnya terlihat di kedua sisi meriam) serta bentuk pintunya.

Tank T-90 dilengkapi pelindung reaktif “Kontak-5”. Di bagian depan terdapat pelindung lapis baja yang dikombinasikan dengan lembaran reflektif. Kita juga mengecek pada bagian kiri yang terkena serangan TOW-2, pelindung reaktif tank ini bekerja, tapi tampaknya kerusakan pada lapisan pelindung tidak terjadi. Awak tank lalai dengan tugas mereka di medan perang, yaitu membiarkan lubang masuk ke dalam tank terbuka. Selain itu, sistem “ Shtora “ pun dimatikan. Akibat ledakan enam kilogram hulu ledak, tentu saja terjadi kebocoran lubang ledakan melalui pintu tank yang terbuka, dan operator tank melompat keluar dari tank. Tank Rusia dibangun dengan sedemikian rupa sehingga dapat menahan serangan senjata anti tank dari berbagai sudut yang lebih kurang 30 derajat dari sumbu mesin. Tank yang berdiri sendiri akan menjadi target empuk rudal. Taktik awak tank itu sendiri ternyata tidak berhasil. Tank seharusnya digunakan sebagai bagian dari subdivisi dan bekerja sama dengan infanteri.

Aksi ini terjadi di desa Sheikh Aqil, barat laut Aleppo, tempat terjadinya pertempuran kelompok “Gunung Elang Zawiya” yang merupakan bagian kelima dari Tentara Pembebasan Suriah. Pertempuran itu merupakan pengintaian yang dilakukan oleh Hazara dan Syiah Afghanistan. Mereka mencoba merebut Sheikh Aqil, tapi terpaksa mundur.

                Pada rekaman video tersebut, tank T-90 tak terlihat hancur. Pada saat yang sama, direkaman tersebut terlihat aksi penembakan para pasukan dengan peralatan perangnya, tapi tank tersebut berhasil pergi atau dievakuasi.

“Saya pikir, tank berhasil mempertahankan mobilitasnya dan para awak tetap hidup. Namun bisa saja terdapat kerusakan pada perangkat pengamatan” kata Victor Murakhovski. T-90 yang ada di Suriah merupakan produksi tahun 1992. Terdapat pula tank T-90A produksi tahun 2004. Tidak ada titik balik dalam peperangan akibat kemunculan teknologi jenis baru, seperti T-90 atau Su-35.

                Namun demikian, efektifitas petempuran dapat meningkat secara signifikan jika tank digunakan secara bijaksana, yaitu dengan bekerja sama dengan infanteri, artileri, kelompok penerbangan, dan kekuatan bersama, bukannya bertempur secara tunggal melainkan bersama-sama.

 

 

 

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Artikel" Lainnya